7 Tips Merawat Baterai Tanam HP Android Tetap Awet

Baterai tanam atau yang biasa dikenal sebagai non-removable battery merupakan teknologi terbaru pada HP Android yang sengaja diciptakan untuk menunjang desain yang semakin ringkas. Selain untuk kebutuhan desain, baterai tanam juga diklaim memiliki kinerja jauh lebih baik dari baterai biasa yang bisa dilepas pasang. Meski pada dasarnya memiliki fungsi utama yang sama, yaitu sebagai sumber energi pada ponsel.

Teknologi baterai tanam untuk HP Android sebenarnya sudah mulai ramai digunakan pada rentang tahun 2016-2017, dimana hampir seluruh produsen ponsel pintar “memboyong” produk mereka untuk pindah ke baterai tanam. Mulai dari sinilah dilema para pengguna HP Android dimulai. Banyak diantara mereka yang mengkhawatirkan sulitnya mengganti baterai ketika rusak atau kinerjanya menurun.

Tips Merawat Baterai Tanam HP Andoid Tetap Awet

Agar tidak mengeluarkan uang lebih untuk mengganti baterai saat rusak, banyak pengguna HP Android yang mulai belajar merawat baterai tanam supaya tetap awet meski sudah digunakan dalam rentang waktu yang lama. Ini memang bisa menjadi alternatif cara untuk mempertahankan kinerja baterai mengingat jika rusak atau bocor, maka untuk bisa diganti baterai, HP Android harus rela dibongkar oleh tukang servis.

Inilah Tips Merawat Baterai Tanam HP Android Agar Tetap Awet

Bagi sebagian orang, merawat baterai tanam HP Android memang bukanlah hal yang mudah. Selain butuh ketelatenan, menjaga kinerja baterai ponsel adalah pekerjaan yang membutuhkan kesabaran ekstra. Namun jangan khawatir, kamu dapat merawat baterai tanam HP android agar tetap awet dengan menerapkan beberapa tips berikut ini. Simak baik-baik ya.

Matikan HP Android Saat Mengisi Daya

Tips pertama yang bisa kamu rutin lakukan untuk menjaga baterai tanam HP android tetap awet adalah dengan selalu mematikannya saat mengisi daya. Ponsel yang mati akan berhenti bekerja termasuk baterainya. Dengan begini, baterai akan lebih cepat terisi karena ia tidak perlu bekerja dua kali.

Sebaliknya jika kamu, mengisi daya dalam keadaan ponsel hidup, maka baterai tanam tersebut harus bekerja ekstra untuk mengisi dan juga menghidupkan. Terlebih jika mengisi daya sambil memainkan ponsel tersebut, maka secara tidak langsung kamu mempercepat rusaknya sebuah baterai.

Segera Cabut Charger Jika Sudah Terisi Penuh

Kebiasaan buruk yang paling banyak dilakukan pengguna HP Android adalah membiarkan charger tetap terhubung meski baterai sudah dalam keadaan penuh. Hal ini biasanya terjadi ketika baterai ponsel habis dimalam hari kemudian dicas hingga pagi. Dalam kondisi apapun, usahakan untuk segera melepas charger jika sudah penuh suapaya baterai tanam HP Android tetap awet dan tidak cepat rusak.

Selalu Gunakan Charger Original

Tahukah kamu bahwa charger original atau charger bawaan pabrik yang kamu dapatkan ketika membeli sebuah HP Android tidak hanya sekedar piranti pelengkap. Namun charger original ini sudah didesain dan disesuaikan dengan kapasitas baterai tanam seperti voltase dan ampere meternya. Oleh sebab itu penggunaan charger original dapat membuat baterai tanam HP Android jadi tetap awet meski sudah digunakan dalam rentang waktu yang cukup lama.

Isi Baterai HP Android Dalam Kondisi 15%-25%

Apakah kamu salah satu orang yang selalu mengisi daya baterai dalam keadaan habis 0%. Jika iya, sebaiknya kebiasaan tersebut segera kamu tinggalkan. Menurut studi dari Batteryuniversity.com, baterai yang digunakan hingga habis 0% dapat memperpendek usianya. Jika kamu ingin baterai tanam HP Android milikmu tetap awet, maka disarankan mengisi daya ketika masih tersisa antara 15%-25%.

Pastikan Mengisi Daya Baterai Sampai Penuh

Sebuah baterai memiliki siklus charging dalam jumlah tertentu. Maka dari itu, jika sering dicas akan membuat kinerjanya terus menurun. Salah satu cara untuk menghindarinya adalah dengan mengisi daya baterai hingga benar-benar penuh. Hal ini akan membuat ponsel hidup lebih lama sehingga kamu tidak perlu melakukan isi daya terlalu sering. Ini adalah salah satu tips ampuh untuk merawat baterai tanam tetap awet.

Baca Juga:

Jangan Gunakan HP Android Hingga Overheat

Overheat sebenarnya adalah masalah eksternal untuk baterai. Namun memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap usianya. HP Android yang panas berlebihan dapat mempengaruhi elemen pada baterai sehingga dapat menurunkan kinerjanya. Dampak yang lebih serius dari kebiasaan ini adalah terjadinya kebocoran atau baterai tanam menjadi kembung. Jika sudah rusak seperti ini mau tidak mau baterai harus diganti.

Minimalisir Penggunaan Aplikasi Latar Belakang

Hal terakhir yang juga tidak boleh kamu lewatkan adalah meminimalisir aplikasi yang berjalan dilatar belakang ponselmu. Seperti yang kita ketahui, semakin banyak aplikasi latar belakang, maka baterai juga semakin bekerja keras dalam menyediakan energi. Maka dari itu meminimalisir penggunaan aplikasi latar belakan pada HP Android akan membuat baterai tanam menjadi lebih awet.

Penutup

Itulah beberapa tips yang patut kamu coba untuk merawat baterai tanam HP Android milikmu agar tetap awet. Jika kamu telaten serta disiplin menerapkan tips diatas selama memakai ponsel, maka kemungkinan usia baterai tanam bisa jadi lebih panjang. Sebaik apapun teknologi yang digunakan pada sebuah baterai, akan tetap ada batas ketahanannya. Yang jelas, cara penggunaan saat berpengaruh besar terhadap awet atau tidaknya sebuah baterai tanam.

Berbagi ke teman:

Berikan Tanggapan