8 Penyebab Baterai Tanam HP Android Cepat Rusak

Baterai adalah salah satu elemen penting yang menjadi nyawa dari HP Android. Tanpa adanya baterai, HP android tidak akan dapat digunakan. Seiring bergantinya jaman, teknologi pada baterai juga mengalami banyak perubahan. Dari yang semula dibuat terpisah, kini hampir setiap ponsel menggunakan teknologi baterai tanam yang diklaim memiliki kinerja serta ketahanan yang lebih baik daripada baterai biasa.

Sebuah HP Android yang memakai teknologi baterai tanam, maka baterai tersebut tidak dapat dilepas pasang secara sembarangan. Jika ingin mengganti sebuah baterai tanam, makan mau tidak mau HP Android kamu harus dibongkar terlebih dahulu. Tentu hal ini lebih beresiko karena harus membuka segel skrup dan dapat menurunkan harga jual kembalinya.

8 Penyebab Baterai Tanam HP Android Cepat Rusak

Sebagai satu-satunya sumber energi listrik yang tak bisa digantikan, baterai harus benar-benar dijaga dan dirawat dengan baik agar tidak mudah rusak. Dengan menghindari berbagai hal yang bisa membuatnya rusak, kamu dapat membuat kinerja baterai bertahan dalam waktu yang lama. Hal ini tentu akan sangat menguntungkan pengguna, mengingat penggantian baterai tanam cukup rumit dan harganya juga lebih mahal.

Inilah Penyebab Baterai Tanam HP Android Cepat Rusak

Salah satu cara yang dapat kamu lakukan untuk menjaga kinerja baterai tanam HP Android adalah dengan menghindari berbagai macam hal yang dapat membuatnya jadi cepat rusah. Hal ini wajib kamu lakukan jika tidak ingin mengeluarkan uang lebih jika baterai mengalami kerusakan mengingat ongkosnya yang cukup mahal. Berikut ini adalah beberapa penyebab baterai tanam HP android cepat rusak.

Mengisi Baterai Dengan HP Android Dinyalakan

Penyebab baterai tanam pada HP Android cepat rusak yang pertama adalah mengisi baterai saat dinyalakan. Apalagi jika HP Android tersebut dicas sambil digunakan. Kebiasaan ini hanya akan membuat baterai tamam menjadi rusak lebih cepat. Banyak pengguna HP Android yang memiliki kebiasaan buruk seperti ini namun tidak pernah mereka sadari. Elemen pada baterai akan bekerja dua kali ketika diisi daya sambil digunakan.

Tidak Segera Mencabut Charger Saat Penuh

Penyebab kedua yang bisa membuat baterai tanam HP Android jadi cepat rusak adalah tidak segera mencabut charger saat penuh. Membiarkan baterai yang sudah terisi namun masih terhubung dengan listrik akan membuatnya overcharging. Selain dapat menyebabkan kebocoran pada baterai, hal ini juga dapat membuat baterai menggelembung. Dampkanya cukup fatal, baterai tanam bisa meledak atau memecahkan layar ponsel.

Baterai HP Android Terlalu Sering Diisi

Banyak pengguna HP Android yang tidak menyadari jika mengisi daya terlalu sering akan berdampak buruk pada baterai tanam. Sebuah baterai memiliki siklus charging dalam jumlah tertentu. Mengisi baterai terlalu sering akan mempercepat batas siklus charging. Untuk itu pengguna disarankan melakukan isi daya hingga penuh dan mengurangi penggunaanya untuj menghindari baterai tanam menjadi terlalu sering di isi.

Menggunakan Charger Bukan Original

Setiap HP Android pasti dibelaki charger bawaan pabrik. Hal ini bertujuan agar pengguna tidak sembarangan menggunakan charger ketika mengisi daya. Charger original sudah dirancang dan diseusaikan dengan kapsitas baterai. Maka dari itu, menggunakan charger yang bukan original adalah kebiasaan buruk yang hanya akan membuat baterai tanam menjadi cepat rusak.

Membiarkan Baterai Hingga Habis 0%

Satu kesalahan yang dapat menyebabkan baterai tanam HP Android cepat rusak namun sering tidak disadari adalah membiarkan baterai hingga habis 0%. Batteryuniversity.com pernah merilis hasil penelitian yang menunjukkan bawa baterai yang digunakan hingga habis 0% akan membuat usianya menjadi lebih pendek. Saran ideal untuk memulai melakukan isi daya adalah saat isi baterai tanam dalam keadaan 15% sampai 25%.

Melepas Charger Sebelum Terisi Penuh

Seperti yang sudah dibahas pada poin tiga diatas, bahwa baterai tanam yang sering diisi akan menyebabkan kerusakan. Melepas charger sebelum terisi penuh akan membuat baterai habis dalam jangka waktu pendek. Hal ini akan membuat kita harus mengisinya lagi. Jika dilakukan terus menerus, siklus ini dapat membuat baterai tanam HP Android menjadi cepat rusak. Lebih baik tunggu hingga terisi penuh setiap kali mengisi baterai.

Baca Juga:

Pakai Casing HP Android Yang Berlebihan

Mungkin diantara kamu akan kurang setuju jika penulis mengatakan bahwa pakai casing HP Android dapat menyebabkan baterai tanam cepat rusak. Namung jangan salah, hal ini masih berhubungan erat. Casing yang berlebihan yang menutupi HP Android akan membuatnya menjadi lebih cepat panas karena sirkulasi udara yang minim. Kondisi ini dapat berdampak buruk pada baterai dan mempengaruhi elemen baterai didalamnya.

HP Android Tidak Pernah Dimatikan

Penyebab terakhir kenapa baterai tanam cepat rusak adalah HP Android yang tidak pernah dimatikan. Semua peratan elektronik membutuhkan waktu istirahat, termasuk HP Android. Namun sebaliknya, jika ponsel tidak pernah dimatikan berarti baterai tanamnya juga dipaksa untuk bekerja terus menerus. Akibatnya elemen pada baterai harus bekerja lebih keras untuk menyediakan daya sehingga resiko rusaknya baterai tanam menjadi lebih besar. Sebaiknya matikan ponsel pada saat melakukan isi daya.

Penutup

Itulah beberapa penjelasan mengenai hal-hal yang dapat membuat baterai tanam  di HP Androidmu menjadi cepat rusak. Sebaik apapun teknologi yang digunakan pada sebuah baterai, namun awet atau tidaknya tetap bergantung pada cara pemakiaannya. Setiap baterai pasti memiliki titik ketahanan. Melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan kerusakan hanya akan medekatkan kamu pada titik ketahanan baterai tanam HP Android sehingga kinerjanya menurun.

 

Berbagi ke teman:

Berikan Tanggapan